SITUS JUAL RUMAH 

Frequently Asked Questions

FAQ (Frequently Asked Questions) atau pertanyaan yang sering ditanyakan dalam properti syariah. Temukan jawabannya pada Situs Jual Rumah Syariah ini. Silakan baca halaman ini jika Anda memiliki pertanyaan. Bila jawabannya tidak tersedia di sini silakan langsung tanyakan kepada kami.

Perlu diingat, pada halaman ini kami memberikan jawaban terkait properti syariah pada umumnya. Kenyataannya, setiap developer memiliki kebijakan yang berbeda-beda, tapi insya Allah semuanya memiliki alasan dan dasarnya masing-masing

Abapropertindo.com merupakan situs jual rumah khususnya rumah kpr syariah, situs jasa pemasaran khusus perumahan KPR Syariah, rumah baru, rumah second, tanah kavling, ruko ataupun kantor yang tersebar di seluruh Indonesia. Bermitra dengan puluhan Developer Properti Syariah (DPS) yang kredibel & verified dengan total ratusan project yang dipasarkan.

Banyak orang yang menganggap bahwa properti syariah adalah jenis properti dalam bentuk perumahan yang hanya diperuntukkan kepada umat islam saja. Namun, hal tersebut tentunya tidaklah benar. Siapa saja boleh memiliki dan membeli properti syariah ini. Jadi, properti syariah tidak hanya diperuntukkan untuk warga muslim saja namun juga untuk  warga non muslim yang ingin memiliki hunian bebas riba.

Secara umum pengertian properti syariah adalah jenis properti yang sistem transaksinya dijalankan sesuai dengan syariah islam. Jadi,  properti syariah atau orang biasa menyebutnya dengan istilah KPR Syariah adalah skema kepemilikan rumah atau hunian dengan menggunakan akad-akad yang sesuai dengan ketentuan syariah islam. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa KPR Syariah bukanlah konsep hunian di perumahan yang hanya dikhususkan untuk pihak muslim dengan bentuk perumahan yangada masjidnya, sekolah tahfidznya, pengajian warga dan lain-lain. Namun, lebih kepada langkah-langkah transaksi dan akad yang sesuai syariat islam.

Keunggulan dari Sistem Property & KPR syariah Berbasis Syariah adalah Masyarakat akan mudah memiliki hunian impian mereka :

  • Property Syariah sangatlah mengutamakan hukum yang berlandaskan kepada akad jual beli di dalam Islam dan tentunya sesuai dengan tuntunan Rasulullah.
  • Dalam melakukan transaksi apapun yg langsung berhubungan dengan kpr, kami tidak menggunakan jasa keuangan dari bank.
  • Pembelian property dengan menggunakan sistem syariah tidak akan ada istilah riba, terutama pembelian rumah yang menggunakan sistem kredit.
  • Denda sangat diharamkan dalam akad jual beli pada islam. maka dari itu sistem kredit syariah yang benar adalah yang tidak ada denda bagi konsumen yang terlambat dalam melakukan pembayaran.
  • Seluruh akad pada jual beli haruslah dilaksanakan dengan sejelas mungkin sehingga dua belah pihak dapat keuntungan yang seimbang.
  • Kami yakin bahwa sistem property syariah dapat menjangkau masyarakat luas karena sistemnya yang telah diatur dengan tepat.

Persyaratan cukup mudah, syarat umum pada property & KPR syariah antara lain:

  • Pembayaran Booking Fee sesuai dengan developer (Waktu Booking Fee adalah 14 hari)
  • Calon pembeli akan disurvey oleh pihak developer (Waktu untuk Verifikasi sekitar 14 hari)
  • Pengisian Form Identitas, lalu Form persetujuan suami&istri, kemudian form pernyataan jaminan/agunan (agunan tidak diwajibkan)
  • Melengkapi Berkas-berkas seperti FC KK, FC KTP, FC SIUP Atau Slip Gaji.
  • Pengisian Form Akad + Down Payment setelah diterima pihak survey developer.

Denda merupakan hal yang tidak sesuai dengan konsep syariah, maka kami tidak menerapkan hal tersebut.
Jika bapak/ibu melakukan telat bayar berturut-turut, konsekuensinya adalah mundurnya waktu serah terima bangunan. Tentu hal ini juga merugikan bapak/ibu. Kami berharap walau tidak ada denda keterlambatan, bapak/ibu berkomitmen membayar tepat waktu.

Untuk jaminan tidak dipersyaratkan, hukum jaminan pada muamalah islam adalah mubah dan untuk jaminan sudah dapat diantisipasi oleh masing-masing developer. Jaminan dapat berupa barang/personal tapi barang yang dibeli tidak boleh dijaminkan, yang terpenting adalah kesanggupan membayar.

Untuk perkara booking fee kalau tidak terverifikasi, maka uang booking fee ada yang dikembalikan 100%, ada juga yang dipotong sesuai dengan kebijakan developer. Begitu pula jika kesalahan pembeli, ada yang hangus, ada pula yang dipotong (itu tergantung dengan kebijakan dari developer masing-masing).

Bila terjadi gagal bayar Insya Allah tidak akan ada penyitaan terhadap unit rumah yang dibeli. Karena dalam sistem syariah rumah yang sudah melalui akad dan dibayarkan DP sudah 100% menjadi hak milik pembeli. Terkait sertifikat apakah boleh dijadikan agunan/jaminan atau tidak, di sini ada perbedaan pendapat.

Untuk menyelesaikan sisa hutang dikarenakan terjadinya gagal bayar, umumnya atas kesepakatan kedua belah pihak akan dilakukan penjualan aset yang dimiliki pembeli untuk digunakan membayar hutang. Aset yang dimaksud bisa berupa rumah yang dikreditkan atau aset lain yang sekiranya sesuai dengan hutang yang tersisa.

Penjualan aset utamanya dilakukan sendiri oleh Anda sebagai pemilik aset dan penetapan harga aset ada pada pemilik aset, bukan pada developer. Developer juga bisa diminta bantuan untuk menjualkan aset sesuai permintaan Anda. Jika aset berhasil terjual, namun terjadi kelebihan hasil dibandingkan hutang yang tersisa, maka kelebihannya menjadi hak milik pemilik aset.

Sebagai contoh :
bila rumah yang dijual laku seharga 300 juta, sedangkan hutang kepada developer hanya 100 juta, maka selisihnya yaitu 200 juta akan dikembalikan kepada Anda. Sehingga Anda tidak akan dirugikan dan tidak ada riba di sini.

Pada umumnya, jika developer tidak membangun dengan tepat waktu, seluruh uang yang telah disetorkan akan dikembalikan kepada pembeli sesuai dengan akad atau tergantung dengan developer yang sesuai pada saat akad.

Untuk harga kpr dan cash menurut hukum syara’ itu diperbolehkan, yang tidak boleh adalah setelah disepakati (akad), ada penambahan harga, salah satunya denda dan bunga di luar harga yang sudah  disepakati. Kebijakan harga dan pricelist tergantung pada developer, Ada yang menyamakan antara harga kpr dan cash, dan ada juga yg membedakan harga kpr & cash. Pada intinya, menurut hukum syara’ keduanya diperbolehkan.

Baca selengkapnya : Halalkan Transaksi beda harga antara cash & kredit?

 Untuk yang mengatakan bahwa Rumah sistem Syariah lebih mahal, tolong bisa didiskusikan secara detail. sejauh ini Bank belum ada yang dapat memastikan harga akhir dari sistem KPR rumah. Sedangkan pada rumah bersistem Syariah, nilai harga yang disebutkan adalah yang diakadkan. Jadi nilai itu adalah nilai yang pasti dan DIJAMIN bahwa lebih murah.

Harga dipengaruhi berbagai faktor, seperti  :

  1. Lokasi
    Semakin strategis suatu lokasi, maka akan semakin mahal harganya
  2. Fasilitas
    Semakin banyak fasilitas yang ada di dalam perumahan, maka akan semakin mahal
  3. Kualitas bangunan
    Semakin bagus bahan bangunan yang digunakan tentu harganya akan mahal

Skema pembayaran secara syariah terlihat lebih mahal karena kebanyakan developer menerapkan DP yang besar dan tenor cicilan yang pendek. Namun, skema pembayaran jumlahnya pasti dan transparan.

Skema konvensional terlihat lebih murah karena DP lebih kecil dan tenor cicilan lama. Sedangkan skema konevensional ada bunga bank yang fluktuatif, yang tidak diperhitungkan di awal akad. Bunga yang fluktuatif ini akan terasa apabila bapak/ibu sudah mencicil beberapa tahun kemudian memeriksa sisa cicilan, ternyata sisa cicilannya masih banyak.

Berbeda tergantung kebijakan developer. Ada yang 3 bulan ada juga yang sampai 12 bulan. Bahkan ada juga (walaupun sangat jarang) yang KPR bertahun-tahun pun harganya sama seperti cash.

Untuk unit ready stok bisa langsung ditempati setelah akad jual beli.
Untuk unit indent menggunakan akd istishna (akad pesan bangun),  biasanya pada developer property yang menggunakan akad pesan bangun, rata-rata untuk serah terima bangunan jika pembayaran cash 3 sampe 6 bulan, dan jika KPR sampe 12 bulan.

Penambahan design dan bangunan bisa. Biayanya tergantung dari luas penambahannya. Setiap proyek berbeda-beda harganya.

Compare listings

Membandingkan